WELCOME TO KONE!

Are you interested in KONE as a corporate business or a career opportunity?

Corporate site

Would you like to find out more about the solutions available in your area, including the local contact information, on your respective KONE website?

Your suggested website is

United States

Go to your suggested website

Back to top

DUBAI, KOTA YANG BEREVOLUSI

Misi kami di KONE adalah meningkatkan arus kehidupan urban. Untuk menangkap esensi dari urbanisasi, kami membawakan Anda cerita dari orang-orang di 17 kota. Hussain Al Mooswa yang berumur 32 tahun kembali ke kota Dubai setelah tinggal di Australia selama delapan tahun.

"Saya lahir dan dibesarkan di Dubai dan pindah ke Australia saat berumur 21 tahun selama delapan tahun. Tapi setiap tahunnya saat saya pulang ke rumah, saya melihat proyek baru dimulai. Kota ini telah berubah dengan sangat pesat. Pada sebuah pameran yang saya datangi saat kunjungan pulang saya pada suatu musim dingin, seorang teman memperkenalkan saya kepada seorang seniman. Saat saya mengatakan 'Saya dari Dubai tapi sekarang sedang tinggal di luar negeri', dia berkata, 'Apa yang kamu lakukan di sana? Pulanglah, semuanya terjadi di sini.' Kata-katanya terus bergema dan akhirnya saya kembali pada 2013, sekarang saya menemukan kembali Dubai. Sebagai seniman infografis dan fotografer typology, saya memutuskan untuk mendokumentasikan karakteristik Dubai selama dekade yang akan datang. Mimpi saya adalah untuk mempublikasikannya sebagai buku.

Saya menyukai perpaduan budaya Arab dengan budaya lain di Dubai. Kawasan artistik Al Quoz semakin terbentuk akhir-akhir ini, dan sekarang ada banyak galeri seni dan acara budaya di kota ini. Papan penunjuk yang mengilap di jalanan dan lorong-lorong sangat menarik bagi saya. Sementara daerah perbelanjaan tua seperti Karama masih ada, mall-mall telah menjadi bagian intrinsik suksesnya Dubai sebagai tujuan wisata belanja. Favorit saya adalah Dubai Mall. Di dalamnya terdapat toko-toko merk internasional seperti Eataly dan Kinokuniya. Karena sekarang saya akhirnya lebih sering datang ke multipleks, saya sangat merindukan datang ke bioskop dengan gedung sendiri. Salah satu kekurangan dari kebudayaan yang beragam adalah gaya mengemudi yang beragam pula, yang telah membuat mengemudi di kota menjadi pengalaman yang buruk, terutama pada jam-jam sibuk. Krisis keuangan beberapa tahun yang lalu telah mengguncang kota ini tapi Dubai memiliki mentalitas untuk 'maju terus', jadi sekarang krisis itu hanyalah bagian dari masa lalu. Saya juga terus bergerak maju dan saya pikir ini adalah kesamaan cara hidup antara kota ini dan saya."

Bagikan halaman ini